whatsapp-logo

Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Greenlab Indonesia. Ada yang bisa kami bantu? Yuk konsultasikan kebutuhan pengujian lingkungan Anda. Kami tunggu yaa 😊🙏🏻

Yuk Konsultasikan!

environesia-image

Stay Update,

Stay Relevant

Greenlab’s Timeline

kunjungan kan
Usung Jiwa Muda PT Greenlab Indo Global Tunjukkan Komitmen Melalui Akreditasi

Greenlab Indonesia

Friday, 10 May 2024

“Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kutipan pidato dari presiden pertama Republik Indonesia yang juga tokoh proklamator Indonesia, Soekarno, terus menginspirasi insan pemuda di Indonesia untuk senantiasa berkarya. Hal ini juga terlihat dari PT. Greenlab Indo Global, laboratorium terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang berlokasi di Yogyakarta. “Saya sangat bangga dengan PT. Greenlab Indo Global, karena mampu berkontribusi untuk bangsa dalam pengelolaan lingkungan di usia yang sangat muda,” ujar Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku Ketua KAN, Kukuh S. Achmad, saat meninjau PT. Greenlab Indo Global di Yogyakarta. Kamis (29/4/21). Ya, PT. Greenlab Indo Global, laboratorium lingkungan dan hygiene industri yang didirikan pada tahun 2018 memang
digawangi oleh para pemuda potensial. Direktur PT. Greenlab Indo Global mengatakan Greenlab bekerja dengan mengusung jiwa muda. “Kami yakin, kekuatan usia muda sangat menentukan,” ujar Direktur PT Greenlab Indo Global.


PT. Greenlab Indo Global telah terakreditasi KAN karena telah menunjukkan kompetensinya sebagai laboratorium penguji dengan menerapkan secara konsisten SNI ISO/IEC 17025:2017 (ISO/IEC 17025:2017) Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi. Selain terakreditasi KAN, PT. Greenlab Indo Global juga telah terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Direktur PT. Greenlab Indo Global menjelaskan bahwa kami memiliki ruang lingkup untuk pengujian air permukaan, air bersih, air laut, air limbah, air minum, udara ambien, udara emisi, dan lingkungan kerja. Untuk memperkuat komitmennya dalam menyediakan pelayanan terbaik, PT. Greenlab Indo Global juga menerapkan SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, serta SNI ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


Dalam kunjungannya, Kepala BSN selaku Ketua KAN, Kukuh S. Achmad menjelaskan bahwa kegiatan akreditasi di Indonesia dilaksanakan oleh pemerintah karena akreditasi bukan kegiatan profit. Pemerintah lebih memfasilitasi akreditasi agar perlindungan keamanan, kesehatan, keselamatan, pelestarian lingkungan hidup, serta daya saing dapat terwujud. Kukuh menerangkan, pada dasarnya, akreditasi lembaga penilaian kesesuaian bersifat sukarela. “Khusus untuk lembaga penilaian kesesuaian di bidang lingkungan, akreditasi diwajibkan oleh Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan. Saya bangga dengan PT Greenlab Indo Global yang dalam waktu singkat mampu menunjukkan komitmen dalam mengelola laboratorium sesuai dengan yang semestinya, baik standarnya maupun regulasinya,” ujar Kukuh. Kukuh menambahkan, kendati secara umum akreditasi bersifat sukarela, namun kebutuhan akreditasi didorong oleh masyarakat yang merasa akreditasi itu adalah suatu kewajiban. “Sudah ada branding bahwa akreditasi memberikan confidence bagi klien. Oleh karena itu, confidence itu harus kita pegang teguh. Laboratorium harus berintegritas,” pesan Kukuh. (ald-Humas)


Sumber : www.bsn.go.id/main/berita
Pengujian Faktor Kimia di Lingkungan Kerja
Pengujian Faktor Kimia di Lingkungan Kerja

Greenlab Indonesia

Thursday, 25 Jul 2024

Pengujian Faktor Kimia di Lingkungan Kerja


Di balik hiruk pikuk aktivitas di tempat kerja, terdapat bahaya tersembunyi yang mengintai para pekerja, yaitu paparan bahan kimia. Paparan ini dapat terjadi di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, konstruksi, hingga pertanian. Dampaknya pun tak main-main, mulai dari gangguan kesehatan ringan hingga penyakit kronis yang mematikan.

Lingkungan kerja yang sehat dan aman adalah hak setiap karyawan. Namun, di banyak industri, karyawan sering kali terpapar berbagai faktor kimia yang dapat mengancam kesehatan mereka. Oleh karena itu, pengujian faktor kimia di lingkungan kerja menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa tempat kerja memenuhi standar keselamatan dan kesehatan yang ditetapkan. Artikel ini akan membahas pentingnya pengujian faktor kimia di lingkungan kerja, jenis-jenis faktor kimia yang perlu diuji, metode pengujian, serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko paparan kimia.
 

Pengujian Faktor Kimia di Lingkungan


Paparan bahan kimia berbahaya di tempat kerja dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan, iritasi kulit dan mata hingga penyakit kronis seperti asma, gangguan reproduksi, dan bahkan kanker. Beberapa bahan kimia juga dapat menyebabkan ledakan atau kebakaran jika tidak ditangani dengan benar. Pengujian faktor kimia di lingkungan kerja bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi bahan kimia berbahaya, sehingga langkah-langkah pencegahan dan pengendalian dapat diambil untuk melindungi karyawan. 
 

Jenis-Jenis Faktor Kimia yang Perlu Diuji


Lingkungan kerja bisa mengandung berbagai jenis faktor kimia yang bervariasi tergantung pada industri dan jenis pekerjaan. Beberapa faktor kimia yang umum dan perlu diuji meliputi gas dan uap berbahaya, partikel debu dan aerosol, bahan kimia cair, serta bahan kimia padat.

Gas dan uap berbahaya mencakup gas beracun seperti karbon monoksida, amonia, dan klorin, serta uap organik dari pelarut, cat, dan bahan bakar. Partikel debu dan aerosol adalah partikel halus yang bisa terhirup dan masuk ke paru-paru seperti debu silika, asbes, dan aerosol logam. Bahan kimia cair seperti asam, basa, dan pelarut organik, dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan pada kulit, mata, dan sistem pernapasan. Sementara itu, bahan kimia padat seperti logam berat, pestisida, dan senyawa beracun lainnya dapat menimbulkan bahaya jika terhirup, tertelan, atau bersentuhan dengan kulit.
 

Metode Pengujian Faktor Kimia di Lingkungan Kerja


Pengujian faktor kimia di lingkungan kerja melibatkan berbagai metode, tergantung pada jenis bahan kimia yang diuji dan tingkat konsentrasi yang diukur. Beberapa metode umum yang digunakan antara lain :

1. Pengambilan Sampel Udara : metode ini melibatkan pengambilan sampel udara di tempat kerja untuk mengukur konsentrasi gas, uap, dan partikel debu. Alat seperti pompa udara dan tabung sampel digunakan untuk mengumpulkan udara, yang kemudian dianalisis di laboratorium.
2. Analisis Laboratorium : sampel yang diambil dari lingkungan kerja dianalisis menggunakan berbagai teknik laboratorium, seperti kromatografi gas, spektrometri massa, dan spektroskopi serapan atom. Analisis ini memberikan data yang akurat tentang jenis dan konsentrasi bahan kimia yang ada.
3. Monitoring Kontinu : untuk bahan kimia tertentu yang memiliki risiko tinggi, seperti gas beracun, perangkat monitoring kontinu dapat dipasang di tempat kerja untuk mengukur konsentrasi bahan kimia secara real-time. Perangkat ini memberikan peringatan dini jika konsentrasi bahan kimia melebihi batas aman.
4. Pengujian Permukaan : metode ini digunakan untuk mengukur kontaminasi bahan kimia pada permukaan kerja, peralatan, dan pakaian. Pengujian permukaan melibatkan pengambilan sampel dengan swab atau kain, yang kemudian dianalisis di laboratorium.
 

Upaya Mengurangi Risiko Paparan Kimia


Setelah pengujian faktor kimia dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengurangi risiko paparan kimia di lingkungan kerja. Beberapa langkah yang bisa diambil meliputi :

1. Substitusi Bahan Kimia Berbahaya : mengganti bahan kimia berbahaya dengan alternatif yang lebih aman adalah langkah pertama dalam mengurangi risiko. Misalnya, menggunakan pelarut berbasis air daripada pelarut organik yang mudah menguap dan beracun.
2. Pengendalian Teknik : memasang sistem ventilasi yang baik, seperti penyedot udara lokal, untuk mengurangi konsentrasi bahan kimia di udara. Selain itu, mengisolasi proses berbahaya dan menggunakan peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai juga merupakan langkah penting.
3. Pelatihan dan Edukasi : memberikan pelatihan kepada karyawan tentang bahaya bahan kimia, cara mengidentifikasi tanda-tanda paparan, dan langkah-langkah keselamatan yang harus diambil. Edukasi ini membantu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
4. Pemantauan dan Evaluasi Rutin : melakukan pengujian dan evaluasi rutin untuk memantau konsentrasi bahan kimia dan efektivitas langkah-langkah pengendalian yang diterapkan. Pemantauan ini penting untuk memastikan bahwa lingkungan kerja tetap aman dan sesuai dengan standar kesehatan.
5. Prosedur Darurat : menyusun dan melatih karyawan tentang prosedur darurat untuk menangani kebocoran atau tumpahan bahan kimia. Prosedur ini mencakup langkah-langkah evakuasi, penggunaan peralatan darurat, dan cara menghubungi tim respons darurat.


Adapun secara spesifik cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan dan pekerja dalam melakukan langkah-langkah mengurangi risiko paparan kimia yaitu pengusaha dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan paparan, seperti memasang sistem ventilasi yang memadai, menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, melakukan rotasi kerja, dan mengganti bahan kimia berbahaya dengan alternatif yang lebih aman. Selain perusahaan, pekerja dapat mengetahui risiko yang mereka hadapi dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri, seperti menggunakan APD dengan benar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan kerja, dan melapor jika merasa diri tidak sehat.

Pengujian faktor kimia di lingkungan kerja adalah langkah penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan. Dengan mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi bahan kimia berbahaya, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mengurangi risiko paparan dan mencegah masalah kesehatan yang serius. Melalui substitusi bahan kimia, pengendalian teknik, pelatihan, pemantauan rutin, dan prosedur darurat, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Investasi dalam pengujian dan pengendalian faktor kimia tidak hanya melindungi karyawan tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di tempat kerja. Dengan komitmen bersama dari manajemen dan karyawan, kita dapat menciptakan tempat kerja yang bebas dari ancaman bahan kimia berbahaya.


(Image by : unsplash.com/ Getty Images)
(009/NSA)
Dampak Air Limbah terhadap Kesehatan dan Lingkungan
Dampak Air Limbah terhadap Kesehatan dan Lingkungan

Greenlab Indonesia

Wednesday, 24 Jul 2024

Air adalah sumber kehidupan. Tapi tahukah kamu, di balik kesegarannya, air bisa menyimpan bahaya jika tidak dikelola dengan baik? Ya, air limbah hasil buangan dari rumah tangga, industri, dan aktivitas manusia lainnya dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak diolah dengan benar.

Air limbah adalah air yang sudah terkontaminasi oleh aktivitas manusia baik itu dari rumah tangga, industri, atau pertanian. Limbah ini bisa berupa air yang digunakan untuk mandi, mencuci piring, atau bahkan sisa air dari proses industri. Air limbah mengandung berbagai zat berbahaya seperti bakteri, virus, bahan kimia, dan logam berat yang bisa mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Bayangkan air sungai yang tadinya jernih dan menyegarkan, kini tercemar oleh limbah rumah tangga yang mengandung sabun, deterjen, dan bahan kimia lainnya. Air tercemar ini bukan hanya tidak sedap dipandang, tapi juga berbahaya bagi kesehatan. Paparan air tercemar dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, kolera, tifoid, dan penyakit kulit.
 

Dampak Terhadap Kesehatan


- Penyakit Menular : salah satu dampak terbesar dari air limbah yang tidak dikelola dengan baik adalah penyebaran penyakit menular. Air limbah bisa mengandung patogen seperti bakteri E. coli, salmonella, dan virus hepatitis. Ketika air limbah mencemari sumber air bersih, patogen ini dapat dengan mudah menyebar ke manusia melalui air minum atau makanan yang tercemar.

- Keracunan Bahan Kimia : banyak industri membuang bahan kimia berbahaya ke dalam air limbah mereka. Bahan kimia ini bisa berupa pestisida, logam berat seperti merkuri dan timbal, atau bahan kimia industri lainnya. Jika bahan kimia ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui air minum yang tercemar, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius seperti kerusakan organ, kanker, dan gangguan sistem saraf.

Dampak air limbah tak hanya berhenti di situ. Pencemaran air juga dapat meracuni ekosistem perairan. Ikan-ikan mati, terumbu karang rusak, dan keanekaragaman hayati pun terancam punah. Hal ini tentu berdampak pada keseimbangan alam dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sumber daya air.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya adalah pengelolaan air limbah yang efektif. Pengelolaan ini bertujuan untuk membersihkan air limbah dari polutan dan membuatnya aman bagi lingkungan. Mengelola air limbah dengan baik sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk memastikan pengelolaan air limbah yang efektif
 

Ada Beberapa Cara Untuk Mengelola Air Limbah


1. Pengolahan Air Limbah Secara Primer : tahap ini bertujuan untuk memisahkan padatan kasar dari air limbah.
2. Pengolahan Air Limbah Secara Sekunder : tahap ini menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik yang tersisa dalam air limbah.
3. Pengolahan Air Limbah Secara Tersier : tahap ini bertujuan untuk menghilangkan polutan lain, seperti nitrogen dan fosfor, dari air limbah.

Kita bisa mengambil beberapa langkah sederhana di rumah untuk mengurangi pencemaran air limbah. Pertama, hematlah air dengan menggunakan secukupnya dan bijaksana. Pilih produk yang ramah lingkungan yang dirancang untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam mulai dari bahan baku hingga proses pembuangannya. Jangan buang sampah ke saluran air, karena hal ini bisa menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, coba daur ulang air limbah agar bisa digunakan kembali untuk berbagai keperluan. Langkah ini sangat penting terutama di daerah yang kekurangan air.

Pengelolaan air limbah yang efektif adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, industri, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan air limbah diolah dengan benar dan tidak mencemari lingkungan. Dengan kepedulian dan tindakan nyata, kita dapat menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan untuk generasi yang akan datang.

Air limbah adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan segera. Dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, pengelolaan air limbah yang efektif sangat penting. Dengan langkah-langkah yang tepat, seperti pengolahan yang baik, pemantauan ketat, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan edukasi masyarakat, kita bisa mengurangi dampak buruk air limbah dan menjaga kesehatan serta kelestarian lingkungan kita. Mari kita semua berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kita dari ancaman air limbah.

Ingatlah! Air adalah sumber kehidupan. Mari jaga air dengan mengelola air limbah secara bertanggung jawab. Mari jaga air, jaga kesehatan, jaga lingkungan!


(Image by : Kumparan.com)
(074/NSA)
Pengolahan Limbah Domestik Kreatif
Pengolahan Limbah Domestik Kreatif

Greenlab Indonesia

Wednesday, 24 Jul 2024

Limbah domestik adalah salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan di sekitar lingkungan semakin memprihatinkan. Dampak limbah domestik pada kesehatan manusia dan kelestarian alam tidak dapat diabaikan. Limbah domestik meliputi sisa makanan, kulit buah, minyak goreng bekas, dan kemasan dari kegiatan memasak. Dari aktivitas mencuci, dihasilkan sabun cuci baju, deterjen, sabun cuci piring, pelembut pakaian, dan kemasannya. Kegiatan mandi menyumbang sabun mandi, sampo, pasta gigi, dan kemasannya. Membersihkan rumah juga menambah sampah seperti debu, sapuan, kain pel kotor, dan pembersih rumah tangga. Selain itu, kegiatan sehari-hari menghasilkan kertas tisu, tisu toilet, bekas baterai, dan peralatan elektronik yang sudah tidak terpakai.
 

Limbah domestik dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama


Limbah domestik terdiri dari dua kategori utama: limbah padat dan limbah cair. Limbah padat domestik berbentuk padat dan dapat terlihat dengan mata telanjang. Contoh limbah padat ini meliputi sisa makanan, plastik, kertas, kardus, kaleng, botol, dan barang-barang elektronik. Limbah padat domestik dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi limbah organik, seperti sisa makanan, dan limbah anorganik, seperti plastik dan logam.

Di sisi lain, limbah cair domestik berbentuk cair dan mengalir. Contoh limbah cair termasuk air bekas cucian baju, air bekas mandi, air bekas cuci piring, dan air dari toilet. Limbah cair domestik sering mengandung berbagai macam polutan, termasuk deterjen, sabun, lemak, dan bahan organik lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan solusi kreatif dan berkelanjutan untuk mengolah limbah domestik. Tak hanya sekedar membuang sampah, dibutuhkan upaya untuk meminimalkan, mendaur ulang, dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Berikut beberapa solusi kreatif dan berkelanjutan untuk mengolah limbah domestik:

1. Pilah Sampah dan Komposting
Langkah awal adalah memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Kompos dapat dibuat di rumah dengan menggunakan wadah sederhana atau dengan membeli komposter siap pakai.

2. Daur Ulang
Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dapat didaur ulang menjadi produk baru. Banyak bank sampah dan komunitas yang menerima sampah anorganik untuk didaur ulang. Daur ulang membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

3. Pengolahan Limbah Setempat
Beberapa jenis limbah domestik, seperti air limbah, dapat diolah secara lokal dengan menggunakan teknologi sederhana seperti biofilter atau septic tank. Pengolahan limbah setempat membantu menjaga kualitas air tanah dan lingkungan.

4. Inovasi Teknologi Pengolahan Sampah
Berbagai inovasi teknologi pengolahan sampah terus dikembangkan untuk mengubah sampah menjadi energi, bahan bakar, atau produk bermanfaat lainnya. Teknologi ini dapat membantu mengurangi volume sampah dan menghasilkan nilai ekonomi dari sampah.

5. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Upaya pengolahan limbah domestik tidak akan efektif tanpa edukasi dan kesadaran masyarakat. Penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya limbah dan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

6. Kolaborasi Berbagai Pihak
Pengolahan limbah domestik membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

7. Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Mengurangi konsumsi barang dan memilih produk yang ramah lingkungan dapat membantu meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan. Membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, dan menghindari penggunaan plastik sekali pakai adalah langkah kecil yang dapat membuat perbedaan besar.

8. Mendukung Kebijakan dan Regulasi
Masyarakat perlu mendukung kebijakan dan regulasi yang mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai dan insentif untuk daur ulang.


Limbah domestik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia, seperti:

1. Pencemaran Lingkungan
Pencemaran Air limbah cair domestik yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari sumber air tanah dan sungai. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia dan mengganggu ekosistem air. Pencemaran Tanah  limbah padat domestik yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan merusak kesuburan tanah. Hal ini dapat menyebabkan tanaman sulit tumbuh dan berakibat pada ketahanan pangan. Pencemaran Udara  pembakaran sampah plastik dan bahan organik lainnya dapat menghasilkan emisi gas beracun seperti dioksin dan furan yang mencemari udara. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya.

2. Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
Penyakit  sampah yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit, seperti nyamuk, lalat, dan tikus. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti demam berdarah, diare, dan leptospirosis. Gangguan Kesehatan  pencemaran air, tanah, dan udara akibat limbah domestik dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia, seperti alergi, asma, kanker, dan gangguan reproduksi.

3. Dampak Sosial dan Ekonomi
Banjir sampah yang menyumbat saluran air dapat menyebabkan banjir. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, dan bahkan korban jiwa. Penurunan Kualitas Hidup  pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan akibat limbah domestik dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat.


Pengolahan limbah domestik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Dengan menerapkan solusi kreatif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran dan kolaborasi antar pihak. Kita dapat membangun masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.



(Image by : pinterest/kerajinan daur ulang banyuwangi)
(074/SLM)
PENGUJIAN LINGKUNGAN KERJA
PENGUJIAN LINGKUNGAN KERJA

Greenlab Indonesia

Wednesday, 24 Jul 2024

Pengujian lingkungan kerja merupakan proses penting untuk memastikan kondisi tempat kerja aman dan sehat bagi para pekerja. Dengan melakukan pengujian ini, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Pertumbuhan dan pengembangan kegiatan pada sektor industri terus dipacu dalam upaya memberikan kontribusi positif untuk mengembangkan perekonomian pada skala nasional dan daerah. Setiap kegiatan akan memberikan dampak penting terhadap komponen - komponen lingkungan di sekitarnya. 

Di era modernisasi dan industrialisasi yang pesat, menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat menjadi sebuah tantangan yang kian kompleks. Greenlab Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya Anda dalam menavigasi kompleksitas urusan lingkungan dan menghadirkan solusi yang tepat, akurat, dan komprehensif.

Lebih dari sekadar laboratorium pengujian terakreditasi, Greenlab menawarkan spektrum layanan yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan Anda. Kami berkomitmen untuk membantu Anda mencapai tujuan lingkungan dengan cara yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
 

Keunggulan Greenlab


Greenlab adalah laboratorium terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang memiliki sertifikasi ISO 14001:2015, ISO 9001:2015, dan ISO 45001:2018. Dengan tim ahli berpengalaman dalam pengujian lingkungan kerja dan higiene industri, Greenlab memastikan hasil pengujian yang akurat dan terpercaya melalui penggunaan peralatan modern. Selain itu, Greenlab memiliki jaringan laboratorium yang luas di seluruh Indonesia, memungkinkan pelayanan kepada klien di berbagai daerah. Greenlab berkomitmen memberikan layanan prima, termasuk konsultasi dan pendampingan dalam interpretasi hasil pengujian untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan klien.
 

Memastikan Kualitas Air yang Sehat dan Aman


- Air Minum : Analisis air minum Anda untuk memastikan kandungan mineral, bakteri, dan zat berbahaya sesuai dengan standar baku mutu.
- Air Tanah : Tes air tanah Anda untuk mendeteksi kontaminasi logam berat, pestisida, dan nitrat.
- Air Limbah : Evaluasi kualitas air limbah dari industri dan rumah tangga Anda untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan mencegah pencemaran air.
- Pemantauan Berkala Air Laut : Lakukan pemantauan kualitas air laut di sekitar area pesisir Anda untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan mencegah pencemaran.
 

Menjaga Udara Kualitas Udara


- Ukur Kualitas Udara Ambien : Pantau kadar polutan udara seperti PM2.5, dan gas beracun di area publik, perumahan, dan industri Anda.
- Analisis Emisi Industri : Uji emisi gas buang dari pabrik dan kendaraan Anda untuk memastikan kepatuhan terhadap standar emisi dan meminimalkan polusi udara.
- Penyelesaian Masalah Pencemaran Udara : Bantu identifikasi sumber pencemaran udara di area Anda dan berikan solusi yang efektif untuk mengatasinya.
 

Menjaga Kesuburan Tanah 


- Analisis Kesuburan Tanah : Lakukan tes tanah untuk mengetahui kandungan hara, pH, dan struktur tanah yang optimal untuk budidaya tanaman.
- Deteksi Pencemaran Tanah : Identifikasi kontaminasi tanah oleh pestisida, logam berat, dan bahan kimia berbahaya lainnya.
- Rekomendasi Pemupukan Tepat : Berikan saran pemupukan yang tepat berdasarkan hasil tes tanah Anda.
 

Menangani Limbah B3 dengan Aman 


- Klasifikasi Limbah B3 : Kategorikan jenis limbah B3 Anda berdasarkan tingkat bahayanya.
- Analisis Karakteristik Limbah B3 : Uji kadar zat berbahaya dalam limbah B3 Anda.
- Penyusunan Rencana Pengelolaan Limbah B3 : Bantu buat rencana pengelolaan limbah B3 yang efektif dan efisien.
 

Lebih Dari Sekadar Pengujian


Greenlab Indonesia juga menawarkan berbagai layanan pendukung
Konsultasi Ahli : Dapatkan konsultasi dari tim ahli Greenlab.
Pelatihan Berkompeten : Ikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan Anda.
Pemantauan Berkala : Lakukan pemantauan kualitas lingkungan secara berkala.
Greenlab Indonesia : Mitra Andal untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Dengan komitmen, pengalaman, dan layanan yang lengkap, Greenlab Indonesia siap menjadi mitra terpercaya Anda dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Hubungi Greenlab Indonesia hari ini untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kebutuhan pengujian lingkungan Anda. Bersama Greenlab, wujudkan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan!


Pengujian lingkungan kerja merupakan investasi penting bagi perusahaan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja, meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, dan menciptakan citra perusahaan yang baik. Dengan melakukan pengujian ini secara berkala dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, perusahaan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pekerja.
 

Discover compassionate service

that exceeds expectations.

Bersama Greenlab Indonesia, mari bangun

Indonesia dengan lingkungan yang lebih baik,

secara terukur, teratur, dan terorganisir.

model-6