Perbedaan Biosafety Level 1 hingga 4 di Laboratorium
Greenlab Indonesia
Thursday, 04 Sep 2025
Biosafety Level (BSL) adalah sistem klasifikasi tingkat keamanan laboratorium yang ditetapkan untuk menangani mikroorganisme dengan berbagai tingkat risiko. Setiap level, mulai dari BSL-1 hingga BSL-4, memiliki aturan, fasilitas, dan prosedur berbeda sesuai dengan bahaya yang ditimbulkan oleh agen biologis yang diteliti.
Memahami perbedaan biosafety level sangat penting, terutama bagi tenaga peneliti, mahasiswa, dan pekerja laboratorium agar dapat bekerja dengan aman sesuai standar internasional.
1. Biosafety Level 1 (BSL-1)
-
Risiko: Rendah, tidak membahayakan manusia sehat.
-
Contoh organisme: Escherichia coli non-patogen, Bacillus subtilis.
-
Fasilitas: Laboratorium dasar tanpa persyaratan khusus.
-
Prosedur:
-
Praktik laboratorium standar (cuci tangan, tidak makan/minum di lab).
-
Menggunakan jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata bila perlu.
-
BSL-1 biasanya digunakan di laboratorium pendidikan atau penelitian dasar.
2. Biosafety Level 2 (BSL-2)
-
Risiko: Sedang, dapat menyebabkan penyakit pada manusia tapi jarang mematikan.
-
Contoh organisme: Staphylococcus aureus, Salmonella spp., virus hepatitis A, B, C.
-
Fasilitas:
-
Akses terbatas untuk personel.
-
Biosafety cabinet kelas II untuk menangani sampel.
-
-
Prosedur:
-
Penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib.
-
Penanganan limbah biologis harus melalui sterilisasi (autoclave).
-
BSL-2 umum digunakan di rumah sakit, laboratorium klinik, dan universitas.
3. Biosafety Level 3 (BSL-3)
-
Risiko: Tinggi, dapat menyebabkan penyakit serius atau mematikan melalui inhalasi.
-
Contoh organisme: Mycobacterium tuberculosis, virus SARS, Coxiella burnetii.
-
Fasilitas:
-
Laboratorium dengan kontrol ventilasi (tekanan negatif).
-
Semua udara keluar difilter menggunakan HEPA filter.
-
Akses lebih ketat dengan pintu otomatis.
-
-
Prosedur:
-
Penggunaan APD lengkap, termasuk masker respirator.
-
Semua pekerjaan dengan agen berbahaya dilakukan dalam biosafety cabinet.
-
BSL-3 biasanya dipakai untuk riset penyakit menular berbahaya.
4. Biosafety Level 4 (BSL-4)
-
Risiko: Sangat tinggi, berhubungan dengan patogen mematikan tanpa pengobatan atau vaksin.
-
Contoh organisme: Virus Ebola, Marburg, Lassa fever.
-
Fasilitas:
-
Laboratorium terisolasi dengan akses sangat terbatas.
-
Sistem ventilasi khusus dengan HEPA filter ganda.
-
Pakaian pelindung bertekanan positif (hazmat suit).
-
-
Prosedur:
-
Protokol keamanan ketat dengan dekontaminasi penuh sebelum keluar.
-
Penelitian hanya dilakukan oleh staf yang sangat terlatih.
-
BSL-4 hanya ada di laboratorium khusus dengan standar internasional.
Perbedaan antara BSL-1 hingga BSL-4 terletak pada tingkat risiko agen biologis, fasilitas laboratorium, serta prosedur keselamatan yang diterapkan. Semakin tinggi levelnya, semakin ketat pula aturan biosafety yang harus dipatuhi.
Dengan memahami klasifikasi biosafety ini, pekerja laboratorium dapat memastikan keselamatan diri, lingkungan, dan masyarakat luas.