whatsapp-logo

Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Greenlab Indonesia. Ada yang bisa kami bantu? Yuk konsultasikan kebutuhan pengujian lingkungan Anda. Kami tunggu yaa 😊🙏🏻

Yuk Konsultasikan!

environesia-image

Stay Update,

Stay Relevant

Greenlab’s Timeline

kunjungan kan

Heat Stress dan Cold Stress, Ancaman Suhu Ekstrem bagi Pekerja

Greenlab Indonesia

Monday, 08 Sep 2025

Di dunia kerja, terutama di sektor industri dan lapangan, kondisi lingkungan sangat memengaruhi kesehatan pekerja. Dua masalah utama yang sering dihadapi adalah heat stress (stres panas) dan cold stress (stres dingin).

  • Heat stress terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu akibat paparan panas berlebih, misalnya di pabrik, tambang, atau area terbuka dengan suhu tinggi.

  • Cold stress muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menghasilkannya, biasanya dialami pekerja di ruangan berpendingin ekstrem atau area bersalju.

Keduanya sama-sama berbahaya jika tidak dicegah dengan baik.

Dampak Heat Stress terhadap Pekerja

Heat stress bisa mengurangi konsentrasi, memperlambat respon tubuh, bahkan memicu penyakit serius. Dampaknya antara lain:

  • Dehidrasi akibat banyak berkeringat.

  • Heat exhaustion (kelelahan panas) ditandai dengan lemas, pusing, dan mual.

  • Heat stroke, kondisi paling berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan organ hingga kematian jika tidak segera ditangani.

Dampak Cold Stress terhadap Pekerja

Cold stress juga tidak kalah berisiko, terutama bagi pekerja di lingkungan dengan suhu rendah. Dampaknya meliputi:

  • Frostbite (pembekuan jaringan) pada kulit dan anggota tubuh tertentu.

  • Hipotermia, ketika suhu tubuh turun drastis sehingga mengganggu fungsi organ vital.

  • Penurunan konsentrasi, koordinasi, dan kemampuan motorik yang meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Faktor yang Memengaruhi Risiko Heat Stress dan Cold Stress

  1. Kondisi lingkungan: suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara.

  2. Jenis pekerjaan: pekerjaan fisik berat meningkatkan risiko.

  3. Kondisi fisik pekerja: usia, kesehatan, dan kebiasaan minum air.

  4. APD (Alat Pelindung Diri): penggunaan pakaian pelindung yang tidak sesuai bisa memperburuk kondisi.

Cara Mencegah Heat Stress dan Cold Stress

Pencegahan Heat Stress

  • Minum air secara rutin meski tidak merasa haus.

  • Gunakan pakaian kerja yang menyerap keringat dan tidak terlalu tebal.

  • Sediakan area istirahat yang teduh atau ber-AC.

Pencegahan Cold Stress

  • Gunakan pakaian berlapis untuk menahan panas tubuh.

  • Batasi waktu bekerja di suhu ekstrem dengan sistem rotasi.

  • Sediakan minuman hangat dan area pemanas untuk pekerja.

Baik heat stress maupun cold stress adalah ancaman serius bagi pekerja di lingkungan ekstrem. Perusahaan wajib menyediakan sarana pencegahan, termasuk APD yang sesuai, pengaturan jam kerja, serta edukasi tentang gejala awal kedua kondisi ini. Dengan langkah pencegahan yang tepat, keselamatan dan kesehatan pekerja dapat terjaga.

Discover compassionate service

that exceeds expectations.

Bersama Greenlab Indonesia, mari bangun

Indonesia dengan lingkungan yang lebih baik,

secara terukur, teratur, dan terorganisir.

model-6