whatsapp-logo

Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Greenlab Indonesia. Ada yang bisa kami bantu? Yuk konsultasikan kebutuhan pengujian lingkungan Anda. Kami tunggu yaa 😊🙏🏻

Yuk Konsultasikan!

environesia-image

Stay Update,

Stay Relevant

Greenlab’s Timeline

kunjungan kan

Fungsi Uji pH dan TDS dalam Menentukan Kualitas Air

Greenlab Indonesia

Tuesday, 02 Sep 2025

Air adalah sumber kehidupan yang digunakan sehari-hari untuk minum, memasak, hingga aktivitas rumah tangga lainnya. Namun, tidak semua air layak untuk dikonsumsi. Kualitas air sangat menentukan kesehatan tubuh, sehingga diperlukan pengujian sederhana maupun laboratorium. Dua parameter penting yang sering digunakan untuk menilai kualitas air adalah pH dan TDS (Total Dissolved Solids).

Apa Itu pH dalam Air?

pH adalah ukuran tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Skala pH berkisar antara 0 hingga 14:

  • pH < 7  Air bersifat asam.

  • pH = 7 Air bersifat netral.

  • pH > 7 Air bersifat basa/alkali.

Menurut standar kesehatan, air minum yang baik umumnya memiliki pH antara 6,5 – 8,5. Jika terlalu asam atau terlalu basa, air dapat merusak gigi, mengiritasi sistem pencernaan, bahkan merusak pipa distribusi.

Apa Itu TDS dalam Air?

TDS atau Total Dissolved Solids adalah jumlah zat padat terlarut dalam air, seperti mineral, garam, logam, dan bahan kimia lainnya. Satuan yang digunakan adalah ppm (parts per million).

  • TDS < 50 ppm : Air sangat murni (biasanya hasil distilasi atau reverse osmosis).

  • TDS 50 – 300 ppm : Kategori air minum yang baik.

  • TDS > 500 ppm : Tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Air dengan TDS terlalu tinggi dapat terasa asin atau pahit, serta berpotensi mengandung kontaminan berbahaya seperti logam berat.

Fungsi Uji pH dan TDS dalam Menentukan Kualitas Air

  1. Menilai Keamanan Air Minum
    Uji pH dan TDS membantu memastikan air sesuai standar kesehatan.

  2. Mendeteksi Kontaminasi
    Perubahan drastis pada pH atau TDS bisa menandakan adanya pencemaran.

  3. Menentukan Perawatan Air
    Hasil uji membantu menentukan perlakuan, seperti penggunaan filter atau sistem penyaringan.

  4. Menjaga Kesehatan Tubuh
    Air dengan pH seimbang dan TDS ideal mendukung metabolisme tubuh dan menjaga organ tetap sehat.

  5. Memelihara Peralatan
    Air dengan pH ekstrem atau TDS tinggi dapat merusak pipa, boiler, hingga peralatan rumah tangga.

Cara Sederhana Mengukur pH dan TDS

  • pH : Dapat diuji menggunakan kertas lakmus, pH meter digital, atau kit uji sederhana.

  • TDS : Dapat diuji menggunakan TDS meter portable yang mudah digunakan.

Untuk hasil lebih akurat, terutama jika air digunakan sebagai sumber konsumsi jangka panjang, disarankan melakukan uji laboratorium lingkungan.

Uji pH dan TDS merupakan langkah sederhana namun penting dalam menentukan kualitas air. Air yang sehat sebaiknya memiliki pH netral hingga sedikit basa, serta TDS tidak melebihi standar yang dianjurkan. Dengan melakukan uji ini, kita bisa memastikan air yang digunakan aman, sehat, dan tidak merugikan kesehatan maupun peralatan.

Discover compassionate service

that exceeds expectations.

Bersama Greenlab Indonesia, mari bangun

Indonesia dengan lingkungan yang lebih baik,

secara terukur, teratur, dan terorganisir.

model-6