whatsapp-logo

Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Greenlab Indonesia. Ada yang bisa kami bantu? Yuk konsultasikan kebutuhan pengujian lingkungan Anda. Kami tunggu yaa 😊🙏🏻

Yuk Konsultasikan!

environesia-image

Stay Update,

Stay Relevant

Greenlab’s Timeline

kunjungan kan

Apa Itu Carbon Capture and Storage (CCS)? Definisi, Manfaat, dan Kelemahannya

Greenlab Indonesia

Wednesday, 26 Nov 2025

Carbon Capture and Storage (CCS) adalah teknologi yang dirancang untuk menangkap karbon dioksida (CO₂) dari sumber emisi besar seperti pembangkit listrik, pabrik semen, atau industri baja kemudian mengangkut dan menyimpannya jauh di bawah permukaan bumi agar tidak dilepas ke atmosfer. Teknologi ini semakin sering dibahas dalam konteks target net-zero karena banyak sektor industri berat belum memiliki alternatif energi bersih yang realistis.

Pengertian CCS dan Cara Kerjanya

Secara sederhana, CCS bekerja melalui tiga tahap utama penangkapan CO₂, pengangkutan, dan penyimpanan jangka panjang. Pada tahap pertama, CO₂ dipisahkan dari gas buang menggunakan teknologi seperti post-combustion capture, pre-combustion capture, atau oxy-fuel combustion. Setelah ditangkap, CO₂ dikompresi menjadi bentuk cair dan diangkut melalui pipa atau kapal menuju lokasi penyimpanan. CO₂ kemudian diinjeksi ke dalam formasi geologi dalam seperti akuifer garam, lapisan batuan berpori, atau reservoir minyak tua untuk disimpan selama ratusan hingga ribuan tahun. Prinsip ini telah digunakan selama puluhan tahun dalam industri migas melalui teknik Enhanced Oil Recovery (EOR).

Manfaat CCS bagi Industri dan Iklim 

  • Mengurangi emisi dari sektor yang sulit didekarbonisasi
    Industri semen, baja, dan petrokimia menghasilkan CO₂ dari proses kimia, bukan hanya pembakaran energi. CCS menjadi satu-satunya cara untuk mengurangi sebagian emisi tersebut.
  • Menahan emisi dalam jumlah besar
    Menurut IEA (International Energy Agency) CCS berpotensi mengurangi miliaran ton CO₂ secara global pada 2050 jika diterapkan secara luas.
  • Memungkinkan pemanfaatan infrastruktur energi yang sudah ada
    CCS memungkinkan fasilitas industri dan pembangkit listrik eksisting tetap beroperasi sambil mengurangi emisi, terutama di negara yang masih bergantung pada batu bara atau gas.
  • Stabilisasi target net-zero
    Banyak skenario IPCC dan IEA menunjukkan bahwa target net-zero global hampir tidak mungkin tercapai tanpa CCS, terutama untuk industri berat.
  • Mendukung transisi energi secara bertahap
    CCS bisa menjadi “jembatan” menuju energi terbarukan bukan pengganti dengan membantu menurunkan emisi selama proses transformasi sistem energi.

Kelemahan, Risiko, dan Tantangan CCS

  • Biaya investasi sangat tinggi
    Proyek CCS membutuhkan infrastruktur kompleks seperti unit penangkap CO₂, jaringan pipa, dan sumur injeksi. Biaya bisa mencapai miliaran dolar untuk satu fasilitas skala besar.
  • Efisiensi energi rendah
    Menangkap dan mengompresi CO₂ memerlukan energi tambahan. Hal ini dikenal sebagai energy penalty, yang dapat meningkatkan konsumsi energi fasilitas sampai 20–30%.
  • Risiko kebocoran CO₂
    Meski jarang terjadi, kebocoran CO₂ dari tempat penyimpanan dalam bumi dapat menimbulkan risiko keselamatan, menurunkan efektivitas penangkapan, dan merusak kepercayaan publik.
  • Ketergantungan industri fosil
    CCS sering dikritik karena dipromosikan oleh perusahaan minyak dan gas untuk memperpanjang umur aset fosil. Ini menimbulkan pertanyaan etis dan politik.
  • Penerapan global masih rendah
    Menurut Global CCS Institute, kapasitas penyimpanan CO₂ global pada 2024 hanya sekitar 50 juta ton per tahun terlalu kecil dibandingkan kebutuhan pengurangan emisi yang mencapai gigaton.

Secara keseluruhan, CCS memang menawarkan solusi teknis yang kuat, tetapi manfaatnya hanya dapat maksimal jika dipadukan dengan transisi energi ke sumber yang lebih bersih dan dengan pengawasan regulasi yang ketat.

Apakah CCS Layak Diandalkan?

CCS adalah teknologi penting dalam upaya global mengurangi emisi karbon, terutama untuk sektor industri berat yang tidak bisa sepenuhnya beralih ke energi bersih dalam waktu dekat. Teknologi ini terbukti secara ilmiah dapat menangkap dan menyimpan CO₂ dalam skala besar, tetapi tantangannya terutama biaya tinggi, konsumsi energi, dan risiko kebocoran tidak dapat diabaikan. CCS bukan solusi tunggal, tetapi bagian dari paket strategi mitigasi emisi yang lebih luas. Dengan implementasi yang transparan, regulasi kuat, dan integrasi dengan energi terbarukan, CCS dapat menjadi komponen penting menuju masa depan rendah karbon.

Image Source: BBC Research

Discover compassionate service

that exceeds expectations.

Bersama Greenlab Indonesia, mari bangun

Indonesia dengan lingkungan yang lebih baik,

secara terukur, teratur, dan terorganisir.

model-6